Jumat, 03 Agustus 2018

Perbedaan Pertanian Organik Dan Pertanian Konvensional

Pertanian Organik dan konvensional
Pada dasarnya kedua sistem pertanian ini menggunakan teknik sama, namun yang membedakan adalah penggunaan bahan untuk membantu proses pertumbuhan dan hasil tanaman. Apabila dengan sistem organik bahan-bahan yang digunakan relatif aman karena berbahan dasar dari alam sedangkan sistem konvensional lebih cenderung menggunakan bahan-bahan kimia untuk mempercepat proses panen tanaman.
Hal tersebut adalah perbedaan utama dari sistem pertanian organik dan konvensional. Adapun secara lebih spesifik lagi, perbedaan dua sistem pertanian ini bisa dilihat dari dua aspek yaitu kelanjutan ekosistem dan hasil. Adapun untuk kelanjutan ekosistem, perbedaan antara dua sistem pertanian ini tampak dalam:
Prioritas, apabila konvensional lebih mengutamakan kuantitas produksi tanaman sedangkan organik lebih cenderung memperhatikan kestabilan ekosistem dan keseimbangan unsur-unsur dalam tanah,
Sifat, dalam sistem organik keharmonisan antara ekosistem dan tanaman alami selalu dijaga dan dimanfaatkan dengan sebaik mungkin sedangkan konvensional cenderung bersifat egois karena hanya mengandalkan rekayasa teknologi serta cara-cara sintetis,
Dampak, dengan sistem organik, polusi bisa ditekan seminimal mungkin karena penggunaan kompos lebih diutamakan agar mampu menjaga unsur-unsur karbon tanah. Berbeda dengan metode konvensional yang menggunakan pupuk kimia sehingga berperan aktif dalam pencemaran udara serta pemanasan global.
Adapun perbedaan dari aspek hasil adalah:
Kesehatan, sistem konvensional cenderung memberi anda dalam hasil tanaman yang mengandung zat-zat merugikan kesehatan sedangkan cara organik lebih memberikan hasil yang menyehatkan dan juga ekonomis,
Keawetan, berdasarkan data survey yang ada, hasil pertanian konvensional cenderung tidak dapat bertahan lama daripada hasil pertanian organik,
Ketahanan pangan, sistem organik akan stabil menjaga ketahanan pangan nasional daripada metode pertanian secara konvensional yang tinggi diawal namun semakin lama ketahanan pangan akan menurun.
Itulah beberapa perbedaan yang bisa dilihat dari sistem atau metode pertanian yang menggunakan cara konvensional dan organik dilihat dari aspek kelanjutan ekosistem dan hasil. Hal yang perlu digaris bawahi adalah, idealisme dalam bercocok tanam juga diperlukan demi kelangsungan hasil produksi tanaman daripada harus mengejar keuntungan sementara.


Perbedaan lain yang antara pertanian organik dan anorganik adalah sebagai berikut:
  • Persiapan benih
Benih untuk pertanian organik biasanya benih berasal dari tanaman alami sedangkan pertanian anorganik benih biasanya berasal dari hasil rekayasa genetik atau persilangan.
  • Pengolahan Tanah
Pengolahan tanah pada pertanian organik seminimal mungkin dengan membiarkan organisme pada tanah tetap hidup sehingga dapat meminimalisir risiko kerusakan tanah. Sedangkan pertanian anorganik sebagian besar mengolah tanah menggunakan traktor mesin sehingga tanah menjadi padat dan akhirnya organisme tanah mati.
  • Persemaian dan Persiapan Bibit
Persemaian atau persiapan bibit pertanian organik dilakukan secara alami tanpa bahan kimia sedangkan pada pertanian anorganik banyak dilakukan dengan bahan kimia.

  • Pengairan
Pengairan pada pertanian organik menggunakan air bersih yang terbebas dari bahan kimia, sedangkan pengairan pada pertanian anorganik menggunakan air dari mana saja dan biasanya air sudah dicampur dengan bahan kimia atau pestisida untuk menjaga tanaman agar tetap sehat dan cepat tumbuh.
  • Pemupukan
Pupuk yang digunakan untuk pertanian organik sebagian besar adalah pupuk kandang dan kompos, sedangkan pupuk yang digunakan pada pertanian anorganik adalah pupuk kimia.
  • Pengendalian Hama dan Penyakit
Untuk pengendalian hama dan penyakit pada pertanian organik dilakukan secara manual dan pertimbangan alam sedangkan pada pertanian anorganik pengendalian hama dan penyakit dilakukan menggunakan pestisida atau bahan kimia lainnya.
  • Hasil Panen Produksi
Hasil panen yang di produksi pada pertanian organik lebih bersih dan sehat dikonsumsi, sedangkan hasil panen produksi pada pertanian anorganik kurang baik untuk dikonsumsi dan kemungkinan telh tercemar zat kimia. 

http://petanigowa.blogspot.com/2016/05/perbedaan-pertanian-organik-dan.html

Dari uraian diatas bisa dipastikan makanan terbuat dari pertanian organik lebih sehat, anda mulai tertarik untuk beralih ke makanan organik ? Saat ini tersedia camilan keripik jamur Jamoru .
 
INFORMASI PRODUK

- Rasa gurih dan renyah
- Berat bersih 80 g per bungkus
- Tanpa pewarna makanan
- Tanpa pengawet makanan
- Tanpa perasa buatan
- Kemasan food grade (aluminium foil 100micron) dan dikemas ulang dengan dus ivory 260gsm (Food Packaging Singapore Standard)
- Expired date : 12 bulan sejak tanggal produksi
- Baik dan aman untuk anak-anak hingga orang  dewasa
- Izin LPPOM Halal MUI No.07100018831013
- Izin Dinkes RI PIRT No. 204350402967
- Izin Nutrition Fact Issued by PT Sucofindo No. 03556/OBOAJ
- Dimensi produk 10 x 4 x 17 cm
- Berat kotor 100 g per bungkus

Varian rasa
Original,pedas,jagung bakar, BBQ, lada hitam dan keju.

Komposisi
Jamur tiram putih
Minyak kelapa
Tepung bumbu


Order dan Konsultasi
SMS : 085655481708
INSTAGRAM : jamorchipsy
FACEBOOK : jamorchipsy


Tidak ada komentar:

Saatnya Hidup Sehat dengan Beralih ke Makanan Organik

Produk makanan organik mendapatkan popularitas yang besar di antara orang-orang yang sadar akan kesehatan. Bahkan, sejumlah dokter dan ahl...